SEAblings: Solidaritas Unik Netizen Asia Tenggara
Akhir-akhir ini istilah SEAblings menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial. Fenomena ini mencuat setelah ketegangan antara netizen Asia Tenggara…
Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya yang merupakan Sekretaris Kabinet Republik Indonesia kini menjalani tiga peran besar sekaligus : sebagai pejabat pemerintahan tingkat tinggi, perwira aktif TNI Angkatan Darat, dan mahasiswa program doktoral. Teddy Indra Wijaya sedang menjalani pendidikan militer lanjutan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) sekaligus menempuh pendidikan doktoral (S3) di Institut Teknologi Bandung (ITB) di tengah tugasnya sebagai pejabat negara.

Keputusan Teddy untuk mengambil Seskoad dan S3 di ITB secara bersamaan dilatarbelakangi oleh tujuan untuk memperkuat kompetensi profesional di bidang militer dan kapasitas akademik di bidang manajemen strategis, sehingga ia memiliki landasan yang kuat dalam menangani dinamika tugas pemerintahan dan kepemimpinan organisasi besar, sekaligus memenuhi kebutuhan pembinaan karier di lingkungan TNI AD.
Di sisi lain, pilihan Teddy mengambil S3 di ITB bukan hanya melanjutkan pendidikan formal, tetapi juga dilihat sebagai upaya memperkuat kompetensi akademik dan kemampuan metodologisnya di luar pengalaman yang selama ini ia miliki. Program doktoral yang dipilihnya, yakni Sains Manajemen, merupakan jenjang Pendidikan tertinggi di bidang manajemen strategis yang relevan untuk memperluas pemahaman tentang kelola organisasi besar, dan kepemimpinan.
Seskoad atau Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat adalah lembaga pendidikan militer tertinggi di lingkungan TNI Angkatan Darat yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Lembaga ini dirancang untuk mendidik dan mengembangkan kemampuan para perwira menengah dalam hal kepemimpinan strategis, manajemen pertahanan, taktik komando serta wawasan geopolitik sehingga mereka siap menduduki posisi-posisi penting dalam struktur Staf dan Komando TNI AD. Pendidikan ini merupakan bagian dari pembinaan karier yang dijalankan secara profesional dan sesuai ketentuan, di mana peserta tidak hanya berasal dari TNI AD tapi juga dari matra lain seperti, Polri, serta Perwira Negara Sahabat, dengan kurikulum yang menekankan kemampuan analisis strategis dan kesiapan menghadapi kompleksitas tantangan keamanan dan pertahanan.

Sementara program S3 yang diambil Teddy di Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di Program Studi Sains Manajemen yang berada di Lingkungan School Of Business and Management ITB. Program doktoral ini fokus membahas hal-hal mendalam mengenai manajemen strategis, cara kerja organisasi besar, dan proses pengambilan Keputusan dalam situasi yang kompleks. Mahasiswa S3 Sains Manajemen tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga melakukan riset untuk memahami bagaimana organisasi besar baik di pemerintahan, militer, maupun sektor swasta.

Perpaduan peran sebagai anggota militer aktif, jabatan kenegaraan dan studi doktoral di universitas ternama ini memicu perbincangan luas dan opini publik yang beragam, karena jarang sekali sosok publik yang menjalankan semua tanggung jawab tersebut secara bersamaan dalam waktu yang hampir bersamaan juga.
Beberapa hari terakhir, pemberitaan mengenai Sekretaris Kabinet, Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, menjadi bahan perbincangan luas di media sosial. Berita tersebut mencuat setelah sejumlah unggahan mengabarkan bahwa selain menjalani tugas kenegaraan, Teddy juga mengikuti Pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dan menempuh studi S3 di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Unggahan ini dengan cepat menyebar dan memancing beragam respons dari warganet. Mayoritas warganet menunjukkan rasa penasaran terhadap kemampuan multitasking seorang pejabat negara, sementara sebagian lainnya mempertanyakan kelayakan waktu dan fokus yang dibutuhkan untuk menjalani kegiatan tersebut secara bersamaan.

Salah satu unggahan yang paling banyak menarik perhatian berasal dari akun TikTok @officialinews yang menampilkan video Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang sedang menjalani Pendidikan di Seskoad dan S3 di ITB. Konten tersebut mendapatkan engagement tertinggi dengan total 381.997, terdiri dari 371.375 likes, dan 3.005 comment. Tingginya angka interaksi menunjukkan bahwa topik ini memiliki daya tarik besar di media sosial.
Berdasarkan pantauan menggunakan Socindex (pada kanal Twitter/X, Facebook, Instagram, Youtube, Threads, dan TikTok), terkait isu Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjalani Pendidikan di Seskoad dan S3 ITB tercatat jumlah percakapan yang cukup masif, yakni sebanyak 7.244 percakapan. Pemantauan dilakukan pada periode 6-11 Februari 2026 dengan menggunakan keyword dan hashtag seperti Teddy Seskoad, Teddy S3, Teddy ITB, Seskab Seskoad, dan Seskab S3.

Reaksi Publik di Media Sosial
Reaksi warganet di media sosial terkait aktivitas Seskab Teddy Indra Wijaya termasuk soal ikutnya beliau menempuh Pendidikan Seskoad dan S3 di ITB menunjukkan sentimen yang beragam, dengan kecenderungan menarik perhatian opini publik dalam beberapa cara berbeda.
Sebagian warganet menunjukkan reaksi negatif yang mempertanyakan efektivitas kinerja apabila pendidikan intensif dijalankan bersamaan dengan tugas negara. Publik juga menyinggung isu prioritas kerja, transparansi perizinan pendidikan, serta beban kerja pejabat. Reaksi warganet yang negatif tidak hanya berkaitan dengan isu pendidikan, tetapi juga merambah ke kritik di masa lalu yang berfokus pada aspek kenaikan pangkat dan pemberian jabatan dan posisi Seskab Teddy.



Di sisi lain, terdapat juga warganet yang memberikan respons positif terhadap langkah Teddy menempuh S3 di ITB dan mengikuti Seskoad. Warganet menilai Teddy sebagai sosok pejabat yang tetap mau belajar meski sudah berada di posisi yang tinggi. Unggahan tentang aktivitas kuliahnya juga dianggap menunjukkan sisi manusiawi seorang pejabat, karena terlihat tetap berusaha membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan. Sebagian warganet memuji semangat belajarnya dan menganggap hal ini bisa jadi contoh bahwa siapapun tetap bisa melanjutkan pendidikan meskipun sibuk dengan pekerjaan.



Secara keseluruhan data pemantauan di media sosial, sentimen warganet tampak terbagi antara dukungan atas semangat belajar dan dedikasi Pendidikan Teddy dan kritik tentang bagaimana perannya dalam pemerintahan sipil dipandang oleh sebagian pihak. Persepsi ini dipengaruhi oleh latar sosial dan pandangan politik di kalangan pengguna media sosial.
Kesimpulan
Sebagai penutup, perjalanan Teddy Indra Wijaya yang menjalani Pendidikan Seskoad sekaligus menempuh studi S3 di ITB memperlihatkan bagaimana satu figur publik berada di persimpangan antara tanggung jawab jabatan, tuntutan karier militer dan keinginan untuk terus belajar. Di satu sisi, langkah ini dipandang sebagai upaya meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat bekal kepemimpinan di ranah pemerintah maupun militer. Namun di sisi lain, perbincangan publik menunjukkan adanya ekspektasi besar agar pejabat negara tetap menjaga fokus, kinerja dan prioritas dalam menjalankan tugas utama. Perdebatan ini pada akhirnya mencerminkan perhatian masyarakat terhadap kualitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan, sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas figur publik di luar tugas resmi pun kini mudah menjadi sorotan di media sosial.
Akhir-akhir ini istilah SEAblings menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial. Fenomena ini mencuat setelah ketegangan antara netizen Asia Tenggara…
Keputusan pemerintah mengangkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang efektif berlaku mulai 1…
Perkembangan dunia marketing dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan yang sangat signifikan, terutama sejak digital marketing menjadi strategi utama yang…
Kebebasan berpendapat dan berekspresi merupakan hak konstitusional yang melekat dan dilindungi oleh undang-undang. Corong ekspresi kekecewaan warga negara kepada institusi dan pejabat…
Januari 2026, jagat maya dihebohkan dengan fenomena viralnya buku berjudul “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth” karya aktris Aurelie Moeremans. Buku ini…
Pemerintah mulai membuka arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian….
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi, Informasi, dan Digital (Komdigi) resmi memblokir penggunaan Grok di platform X (dulunya Twitter) untuk sementara…
Beberapa tahun lalu, mobil listrik seperti sebuah cerita masa depan yang masih sangat jauh. Mobil listrik saat itu dipandang mahal,…
Bencana hidrometeorologi menghantam tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Siklon Tropis Senyar yang berputar di…
Tingginya curah hujan sepanjang akhir November 2025 telah menyebabkan banjir bandang yang menenggelamkan sebagian wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra…